Apa aku salah strategi ya, kenapa
sepertinya apa yang aku pikirkan sepanjang jalan tadi salah. Kenapa
kelihatannya Saga benar-benar menikah karena menyukai wanita itu. Tidak, jelas-jelas
aku jadi saksi makian dan sumpah serapah istrinya Daniah. Sial, seharusnya aku
merekamnya.
“ Saga, apa kau mencintai Daniah?” Bertanya langsung saja pikirnya.
“ Hemm.” Menjawab seperti biasanya.
Apa! Dia memastikan perkataanku.
“ Lalu, apa istrimu Daniah juga
menyukaimu?” Noah menatap lekat Saga, seperti tidak mau sedikitpun melewatkan
perubahan air muka Saga.
“ Memang ada perempuan yang tidak
menyukaiku.”
Haha, kenapa rasa percaya dirimu
membuatku gila. Tapi benar juga, mana ada perempuan yang tidak menyukaimu.
Kamukan tipe ideal semua wanita dari segala lapisan masyarakat. Kamu menantu idaman yang diimpikan semua orang tua. aku saja pasti jatuh cinta padamu kalau aku perempuan. puas kau, aku tidak akan mengatakan kalimat tercela itu, pasti bisa membuatmu tambah besar kepala.
Noah menoleh pada Han, dia sama
sekali tidak bergeming. Luar biasa, orang itu begitu gumamnya kesal. Dia
beralih pada Saga lagi, laki-laki itu mengetuk tempat duduknya beberapa kali. Sepertinya
sedang menyusun serangan menyerang.
“ Noah bagaimana kau hidup selama
ini?” Lihat, Noah memicingkan mata. Dia kesal dengan pertanyaanku tadi tentang
istrinya. Sekarang dia ingin menjatuhkan lawan bicaranya. Begitu Noah mengambil
ancang-ancang perlawanan.
“ Apa?” Jawaban Noah datar.
“ Kamu mencintai Ele, tapi
membiarkanku bersamanya. Sekarang aku melepaskannya dan kamu minta aku kembali
padanya. Kenapa tidak sekalian kamu buat buku paling menyedihkan di dunia ini.
Tulis pengalaman hidupmu di sana. Kalau banyak yang iba padamu, aku akan
berikan salah satu rumahku padamu.” Saga mendesah karena mencela kebodohan
orang di depannya. “Tapi kalau lebih banyak yang mencelamu, kau harus lakukan
satu hal permintaanku.”
Dia benar-benar gila!
Noah memilih tidak meladeni ide
gila yang dilontarkan Saga, karena dia pasti kalah. Ya, dia tidak pernah menang
dalam hal apapun dengan laki-laki yang ada di depannya. Waktu mereka kecil,
dulu ataupun sekarang. Hingga akhirnya terakhir kalinya Noah merasa harus menyerah
bersaing dengan Saga adalah saat dia harus melepas Helen yang lebih memilih
Saga daripada dirinya.
“ Helen gadis yang baik Saga.”
Mengalihkan pembicaraan. Atau tepatnya kembali kemisi utamanya datang ke tempat
ini.
Eh kenapa malah si Han mengeram dan
terlihat sangat kesal begitu. Dia memang aneh, dulu atau kapanpun aku memang
tidak bisa akrab dengannya.
“ Kalau begitu nikahi saja dia!”
Saga menjawab dengan kalimat mematikan. Telak menghujam Noah.
“ Saga, apa ini sudah tidak
berlebihan. Aku tahu kamu marah, tapi kamu juga tahukan kenapa Helen pergi. Dia
hanya ingin mengejar impiannya sebagai pelukis.” Noah berapi-api membela Helen.
“ Hentikan! Aku tidak perduli
dengan semua alasan bodohnya meninggalkanku 2 tahun lalu. Sekarang aku tidak
perduli dengannya. Kau bisa ambil dia.” Saga menunjukan sikap dinginnya. Jangan
melebihi batas begitu dia ingin mengatakan.
“ Aku juga sudah punya pacar!”
berteriak kesal. Saga tertawa mendengarnya, ternyata kamu tidak semenyedihkan
itu pikir Saga.
“ Benarkah? Aku pikir kamu masih
laki-laki bodoh dan menyedihkan.” Lagi-lagi telak menancap di dada Noah. Sakit,
walaupun tidak berdarah.
“ Hei.”
“ Kapan kalian menikah?” Bertanya
lagi. Noah terdiam. “ Jangan bilang kau akan menikah setelah melihat Ele
bahagia. Haha, ayolah Noah, ternyata tidak ada yang berubah darimu.”
“ Kalau kau tidak mau menerima
Helen, paling tidak maafkanlah dia.”
Saga jengah sendiri mendengar
permohonan Noah, dengan wajah kesal dia bersandar di kursi sambil meraba
tengkuknya sendiri. Lalu menarik nafas.
“ Kenapa kau yang memohon
mengantikannya. Dia saja masih sepercaya diri itu. Sudahlah! Kapan kamu mau
menikah.” Ntahlah, Saga merasa malas membahas perihal Helen. Gadis itu sudah
menghilang di hatinya. Sejak hari itu, sejak dia memutuskan mempertahankan
Daniah di sisinya. Dia sudah membuang satu nama dari hatinya. Menghapus tanpa
meninggalkan jejak sedikitpun.
“ Apa? Kenapa malah membahasku. Kita
selesaikan dulu perihal Helen.”
“ Hentikan bicara tentang Ele! aku
sama sekali tidak tertarik. Kapan kau akan menikah, aku akan memberimu rumah,
kalau kau menikah.”
“ Benarkah?” mendengar kata rumah
dan syarat yang tidak begitu berat membuatnya antusias.
“ Hemm.”
Tapi Saga tahu, laki-laki bodoh ini
tidak akan menyerah tentang Helena. Walaupun jelas-jelas dia tergiur dengan
hadiah rumah yang dia tawarkan.
“ Seperti katamu, akupun akan
menikah kalau Helen sudah bahagia. Saga, bagaimana kalau kita pergi makan malam
bertiga. Aku akan mengatur semuanya.”
“ Hentikan!” Mendesah keras,
menatap Noah dengan sebal. Gigih sekali kamu begitu batinnya.
“ Kumohon ini permintaan pertama
dan terakhirku padamu. Berikan kesempatan Helen dan maafkan dia. Kalau kau
memang tidak mau kembali padanya biarkan dia melepaskanmu dengan hati yang
lapang.”
“ Hati yang lapang, apa kau
bercanda. Dia pergi dua tahun lalu tanpa bicara apapun padaku, dan sekarang
kembali bukannya memohon pengampunan tapi dengan percaya dirinya. Ahh,
sudahlah. Aku sudah menikah sekarang.” Saga tak ingin membuat alasan apapun. Yang
ia yakini hatinya sudah berpaling. Waktu sudah membalikan hatinya.
“ Saga.” Berusaha sampai titik
terakhir.
“ Han, antar Noah keluar.
Sepertinya pembicaraan kami sudah selesai.” Saga mendongakan kepala menatap
Han.
“ Baik tuan muda.” Han mengerakan
tubuhnya, mendekati Noah.
“ Saga dengarkan aku sebentar.”
Han sudah mendekat dan
mempersilahkan Noah untuk keluar dengan tangannya. Noah masih sempat bicara
meminta Saga untuk membuka pintu maaf terakhir kalinya. Tapi dia malah
memejamkan mata, dan menutup telinga dari teriakan Noah.
Sudah di luar ruangan, Noah menepis
tangan Han yang menyeretnya. Menatap kesal sekertaris berbadan tinggi itu
dengan sorot mata menghujam. Muak, teramat sangat.
Sialan, laki-laki ini benar-benar
kuat.
Noah menghentikan langkahnya menuju
lif, dia berbalik berdiri tepat di hadapan Han, Han pun menghentikan
langkahnya. Dia menunggu, tidak bergeming ketika Noah menatapnya dengan tajam
dan pandangan tidak bersahabat.
“ Kenapa? Dulu bukannya kamu
mendukung hubungan Helen dan Saga.” Karena Noah benar-benar penasaran dengan
perubahan sikap Han pada Helen. Apa benar suasana hati sekertaris dihadapannya
ini hanya mengikuti suasana hati majikannya.
“ Maaf tuan, sepertinya anda salah
paham. Saya tidak mendukung hubungan tuan muda dan nona Helena, saya hanya
mendukung wanita yang dicintai tuan muda.”
“ Maksudmu?”
“ Kalau dulu nona Helena adalah
wanita yang dicintai tuan muda, tapi sekarang karena tidak lagi, maka sayapun
tidak perduli dengan keberadaan nona Helena selama dia tidak menggangu tuan
muda.”
Wajah Noah benar-benar menunjukan
rasa tidak suka pada kalimat Han barusan.
“ Jadi karena itu kamu sampai
mengancam Helen.” Mulai berkata keras, emosinya terpancing mendengar jawaban
Han yang tidak masuk akal barusan.
“ Huh!! Merepotkan sekali.” Celaan
yang keluar dari mulut Han.
“ Apa!” Noah mencengkram lengan
baju Han. Dia tersinggung mendengar ketidak sopanan Han barusan.
“ Maaf tuan, saya menghormati anda
karena tuan muda menggangap anda teman, tapi hubungan kita tidak sampai sejauh
itu sampai saya harus menahan diri pada anda.” Han menarik tangan Noah yang
mencengkram bajunya dan mengibaskannya. “ Tolong jaga sikap anda kedepannya,
untuk tidak menyebut nama nona Helena di depan tuan muda. Karena tuan muda
sudah tegas mengatakan kalau dia melepaskan nona Helena.”
“ Kau.”
“ Kalau saya boleh memberi saran,
buka mata dan telinga anda dengan benar jika bicara dengan nona Helena.” Senyum
tipis di bibir Han muncul, seperti menertawakan Noah dengan sifat pengorbanan
dan kegigihannya membantu Helen.
“ Apa?”
“ Silahkan, saya akan mengantar
anda. Tuan muda akan ada rapat setelah ini.” Han lagi-lagi mempersilahkan Noah
berjalan di depannya. Mengusirnya secara halus, agar segera pergi dari gedung
Antarna Group. Rapat yang akan berlangsung hari ini pasti melelahkan, harus
ditambah mengurusi orang menyedihkan, tidak tahu malu dan bodoh seperti Noah. Membuatnya
semakin kesal saja.
BERSAMBUNG